Monday, 28 April 2014

Books Update! 2014 [January-April]

Posted by Meitri Soelistia ツ at 11:20 pm
Reactions: 
0 comments Links to this post
I'm really like all of Penerbit Haru's book. It began when I got a novel with the tittle is Oppa & I : Love Mission from quiz that I joined last year. From that, I'm really curious with Penerbit Haru & their novels. So, one by one, I tried to buy all of Penerbit Haru's book. Yes, maybe I've got Haru's Syndrome. 

So guys, this year I've brought 4 novels of Penerbit Haru. There is Oppa & I, Oppa & I : Love Signs, The Last 2% and Wishing Her To Die. 4 novels which is I brought, but just 2 novels that I've read. Hahahaa... because I don't have many free time to read all of those novel. Moreover, in that time I must prepare myself to confront the National Final Examination. Next time, I wish I can buy Sweet Melody 1, Sweet Melody 2, Cheerboy and Seoulvivor. Amen. ^^ *I must save a lot o money! 




Sunday, 9 February 2014

My Literature Essay of Winter to Summer 11.369 Km untuk Satukan Cinta

Posted by Meitri Soelistia ツ at 9:05 pm
Reactions: 
0 comments Links to this post

WINTER TO SUMMER 11.369 KM UNTUK SATUKAN CINTA :
Kisah Romantis Dua Benua
 


 



K
ota Paris di Perancis memang mempunyai daya tarik yang luar biasa bagi masyarakat seluruh dunia. Keindahan kotanya dan pemandangan yang cantik kala siang maupun malam hari sungguh memikat. Utamanya terdapat pada menara Eiffel yang sangat dikagumi banyak orang. Romantis. Begitu kata sebagian besar orang yang menyukai menara yang menjulang tinggi di Perancis itu.

Hal yang sama dirasakan oleh tokoh Kirana, seorang mahasiswi jurusan Hubungan Internasional dalam novel Winter to Summer : 11.369 km untuk Satukan Cinta karya Icha Ayu. Ia menemukan keindahan kota Paris sekaligus menemukan kecintaannya pada masyarakat kota Paris. Ia menemukan cinta sejatinya di kota Paris, Perancis. Ketika itu, ia mendapatkan beasiswa short course program di Jenewa. 

Saat Kirana tiba di Perancis, mahasiswa pemegang beasiswa itu harus tinggal di sebuah host family atau semacam rumah singgah sementara. 


Sebagai mahasiswa pemegang beasiswa short course program, sebagian dari kami diharuskan untuk tinggal di host family dengan tujuan agar bisa mempelajari kultur dan bahasa Perancis yang sudah kami pelajari sebelumnya.(hal. 30)

Kehidupan Kirana sangat bahagia bersama keluarga di host family-nya. Saat mengikuti program short course program, Kirana bertemu dengan banyak mahasiswa dari luar negeri. Seperti Leo seorang mahasiswa perwakilan dari India (hal. 38) yang menjadi salah satu teman terdekatnya pada hari pertama ia mengikuti program tersebut. Pembawaan Leo yang cenderung mudah akrab dengan semua orang membuat dia sudah memiliki banyak teman akrab di hari pertama kegiatan dimulai (hal.39). Tak hanya Leo, Kirana juga menemukan banyak teman seperti Riana yang ternyata juga adalah seorang mahasiswa yang berasal dari Indonesia. Ada juga Alexandra dari Perancis.

Sampai akhirnya dia dipertemukan dengan lelaki bernama Emmanuel atau yang tokoh Kirana panggil Manu saat pergi jalan-jalan bersama Leo, Riana dan Alexandra. Emmanuel sendiri adalah mahasiswa asal Perancis yang merupakan teman Alexandra. Dari sanalah, Kirana mulai mengenal Manu yang ternyata tengah mengambil double major di dua tempat. Selain kuliah di jurusan internasional, ia juga berkuliah di jurusan teknik sipil di salah satu sekolah teknik di Paris (hal. 47).

Manu adalah sosok yang sangat baik. Ia menawarkan apartemen kecilnya untuk tempat singgah bagi teman-temannya berkumpul jika ingin pergi ke Paris. Kirana sendiri kebetulan memiliki rencana musim panas untuk pergi ke Paris. 


“Kalau memang ingin pergi ke Paris, nanti setelah short program selesai, kalian datang aja ke apartemen aku. I know Paris queit well, so I can show you guys around.”(hal. 47)

Semakin mengenal Manu, akhirnya Kirana dan Manu pun menjalin hubungan. Namun, banyak hal yang mengganggu pikiran Kirana. Mereka sangat berbeda kultur dan tentu saja ada jarak yang memisahkan mereka berdua. Sampai Kirana kembali ke Indonesia pun, ia masih khawatir dengan kelanjutan hubungannya dengan Manu. Seperti yang ia rasakan ketika Inu dan Ando, sahabatnya di Indonesia meragukan hubungan mereka berdua akan bertahan lama. 


“Kalau punya tanah mah mending, jauh juga masih bisa digarap. Lah pacar jauh? Kalau yang garap orang lain gimana?” Inu masih tampak berharap dapat mengalihkan perhatian saya dari layar laptop. “Darimana lu bisa percaya kalau dia juga setia sama lu, Kirana?” tanya Ando.

Akan tetapi, Kirana tak mau menyerah dengan keadaan yang sulit selama ia berada jauh dari Manu. Ia masih berusaha berkomunikasi lewat aplikasi Skype dengan Manu. Walaupun terkadang Manu pun sulit sekali untuk dihubungi. 

Ditengah kegundahannya, ia pun tak dapat memungkiri kalau dia ragu akan kesetiaan Manu. Banyak pertanyaan yang mengganggunya. Rindu adalah satu hal yang mangganggu batinnya.


Di antara danau basah masih tercipta riak gelombang yang akan menyayat rindu seperti sebotol warna yang dipenuhi sesak rembulan.

Kembali pada masa saat Kirana masih di Jenewa. Malam terakhir atau malam perpisahan short course. Semua orang memiliki rencana untuk pergi ke berbagai tempat. Kirana dan Manu pun pergi berkelana ke berbagai tempat. Brugge, Brussel, Berlin, Barcelona dan Paris. 

Flashback berakhir. Saatnya tiba ketika Manu menjemput Kirana di Indonesia. Mereka pergi ke Yogyakarta dan Bali untuk menghabiskan waktu bersama sebelum Manu kembali ke Perancis. Namun, Kirana tak memberi tahu kedua orang tuanya, dimana dia berada. Karena memang Kirana tak begitu dekat dengan kedua orang tuanya. Tak peduli dan acuh. Itu kesan Kirana pada kedua orang tuanya (hal. 127). 

Banyak hal yang coba Kirana dan Manu tempuh untuk menyatukan perbedaan mereka. Termasuk keinginan Manu untuk pindah agama sekalipun (hal. 153). Namun, mereka berdua pun harus pisah dan mengakhiri hubungan mereka. Hingga sampai 4 tahun berlalu, Kirana masih tak mampu melupakan Manu. Karena sebuah diharuskan meliput sebuah konferensi internasional, Kirana pergi ke Perancis (hal. 161)

Di menara Eiffel, Kirana kembali teringat akan kenangannya bersama Manu. Ia pun memberanikan diri menelfon Manu. Manu pun menjawab telefon Kirana dan menjemputnya di menara Eiffel. Pada akhirnya, mereka berdua kembali bersama dengan semua perbedaan yang sama seperti 4 tahun yang lalu. 

Novel Winter to Summer : 11.369 Km untuk Satukan Cinta sangat menarik untuk dibaca. Dari novel ini, kita dapat memahami dan mengerti arti kasih sayang yang sebenarnya. Terbentang begitu banyak perbedaan, namun mereka tetap mampu menyatukannya. Kekurangan dalam novel ini hanya terdapat dalam alur ceritanya yang campuran. Jika pembaca kurang dapat mengikuti alurnya, pasti akan kurang memahami dan terkesan bingung dengan jalan cerita. Selebihnya, novel ini mampu mengantar kita berkeliling sebagian wilayah daratan eropa yang menakjubkan. Tak hanya itu, budaya eropa dan bahasanya pun bisa sedikit kita pelajari melalui novel ini. 

Heart Chat Bubble
 

♫ Meilodimension ♫ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review